Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 November 2010

Mengetahui Sebab Tangisan Bayi



Bagaimanapun bayi menangis yang mendapat respon dari pengasuhnya akan berkembang dan maju lebih cepat daripada yang tangisnya diabaikan. Berikut ini beberapa penyebab bayi menangis :


-Bayi Anda Lapar :
Sulit untuk mengetahui berapa banyak ASI atau susu formula yang diperlukan bayi yang baru lahir, jadi cara ini adalah yang paling baik untuk memberitahu anda bahwa dia lapar kecuali anda tahu dia telah cukup minum.


-Bayi Anda Ingin Digendong :
Mungkin anda akan takjub dengan bayi yang cepat sekali merasa tenang setelah digendong. Bayi menghabiskan beberapa bulan dibungkus rapat dalam rahim dan mungkin merasa tidak aman atau takut berada diruang yang lebih besar seperti ditempat tidur atau kereta bayi.


-Bayi Anda Lelah :
Bayi akadang-kadang mengalami susah tidur dan menangis karena mereka tidak mempunyai cara lain untuk mengemukakan penderitaan mereka.


-Bayi Anda Perlu Menghisap :
Empeng atau jari sangat berguna bila bayi tetap rewel meskipun ia telah kenyang.


-Bayi Membutuhkan Rangsangan atau Terlalu Dirangsang :
Pada situasi ini, bayi rewel karena ia memiliki keterbatasan dalam menyatakan kebutuhannya, bahkan pada saat kebutuhan-kebutuhan tersebut bertentangan.

-Bayi Anda Mempunyai Waktu Menangis :
Ini bukalah tangisan berjam-jam dari seorang bayi yang sakit. Biasanya keadaan rewel ini hanya sebentar saja setiap hari, sering dimalam hari, ketika bayi anda tidak dapat ditenangkan dan perlu untuk menangis.


-Bayi Anda Mungkin Menderita Kolik (sakit perut) :
Tangisan yang keras dan terus menerus tidak dapat ditenangkan walaupun telah menggunakan berbagai cara mungkin merupakan gejala kolik, suatu terminology yang tidak dapat didefinisikan. Karna dokter tidak mengetahui penyebabnya, pengobatannya berdasarkan gejala. Kolok sering diikuti dengan bayi menarik tungkai kaki dan mengerutkan wajahnya. Keadaan ini akan membaik setelah tiga bulan.


-Kemungkinan – Kemungkinan Lain :
Bayi anda merasa tidak nyaman karna popok basah atau kotor, atau cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin, dia mungkin mengalami nyeri lambung, atau terkejut oleh suara yang keras.

Bila anda telah mencoba berbagai cara, dan bayi anda masih saja menangis, yang mungkin saja terjadi, anda dapat mencoba meletakkan bayi pada gendongan dada dan melakukan tugas-tugas anda atau membawanya jalan-jalan atau dengan menaiki mobil. Buaian yang dapat berayun yang dirancang untuk bayi dapat berguna juga. JANGAN MENGGUNCANG BAYI ANDA. Karna hal ini dapat menyebabkan cidera dan hanya akan menyebabkan bayi menangis lebih keras.

Bila bayi tidak berhenti menangis, sebaiknya anda membawa ke dokter anak.


Ref. : Buku Panduan Kehamilan dan Masa Awal Menjadi Orang Tua

Perkembangan Bayi 0-4, 5 dan 6 Bulan



Bulan ke-1

Jangan panik kalau bagian punggung atau pantat si kecil ada kulit yang biru seperti lebam, atau keabu-abuan. Bercak ini biasanya hilang setelah usianya melewati 1 tahun.
Jangan panik juga jika bentuk kepala bayi Anda kurang simetris, karena ia baru saja melewati jalan yang sempit, yaitu pinggul sang ibu. Matanya mungkin akan tampak sedikit membengkak, hidungnya masih sangat pesek dan kupingnya terlihat agak aneh. Dia akan terus “memperbaiki” penampilannya kok…

Bahkan pada sebagian bayi, Anda bisa melihat bagian lunak di bagian atas kepalanya berdenyut. Ini masih termasuk normal.
Pada beberapa hari pertama, mata si kecil biasanya akan terus menutup. Setelah itu matanya akan mampu terus terbuka untuk waktu yang lebih lama. Ia akan bisa melihat wajah Anda pada jarak sekitar 20 cm.
Pada tahap ini bayi bisa menggerakkan dan memutar kepalanya untuk mencari susu ibunya, bisa meregangkan tangannya, serta mengenggam jari Anda dengan kepalan tangannya.

Bulan ke-2

Pada tahap ini gerakan tubuhnya akan semakin membaik. Ia bisa menggapai benda-benda yang menarik perhatiannya, bisa memegang benda kecil dengan gengamannya walapaun hanya sebentar, bahkan ia sudah bisa menepuk-nepuk benda yang disenanginya.
Cobalah tersenyum kepadanya… jangan kaget kalau ia tersenyum balik kepada Anda. Coba pula membuat berbagai bunyi di dekatnya tanpa membuatnya terkejut. Sebagian bayi akan mendengarkan bunyi tersebut dengan seksama, sementara sebagian lainnya mungkin malah akan menangis.

Pada akhir tahap ini, sebagian bayi sudah mulai bisa mengangkat kepalanya dan mencoba melihat ke sekeliling ruangan.
Jika bayi Anda senang, maka ia akan membuat berbagai respon, seperti memandang wajah Anda, mencoba meraih Anda dengan tangannya, tersenyum dan mengoceh.
Sebaliknya, jika ia sedang kesal, maka respon yang dibuatnya antara lain memalingkan wajahnya dari Anda, menangis, meronta, serta bernafas dengan cepat.

Si kecil juga sudah mulai suka bereksplorasi menggunakan mulutnya dengan menghisap apa saja yang bisa dan nyaman untuk dihisap. Ia mulai banyak bereksperimen dengan suaranya, serta jarak pandangnya pun bertambah hingga beberapa meter ke depan.

Bulan ke-3

Si kecil sudah semakin kuat mengangkat kepalanya jika Anda baringkan ia dalam posisi tengkurap. Bahkan tidak jarang yang sudah bisa mengangkat badannya sedikit pada posisi ini.

Ia pun semakin mahir menggunakan tangannya. Ia akan senang menyentuh, memegang, serta memukul-mukul dengan kedua tangannya. Ia juga akan sangat menyukai melihat bayangannya sendiri di cermin.
Pada tahap ini, bayi akan mulai mengenali wajah orang dekatnya dan berbagai benda yang akrab dengannya.

Bulan ke-4

Bayi Anda akan mengamati berbagai ekspresi wajah Anda dan menirunya. Sebagian bayi ada yang sudah bisa berguling ke posisi tengkurap sendiri pada tahap ini. Namun akan lebih mudah baginya untuk berguling dari posisi tengkurap ke posisi terlentang.
Sebagian bayi ada yang sudah mulai muncul giginya pada tahap ini, walaupun ini sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Demikianlah garis besar perkembangan bayi Anda sejak usia 0-4 bulan. Yang perlu Anda ingat adalah bahwa setiap  bayi memiliki tahapan perkembangan yang unik. Jika bayi Anda agak lamban perkembangannya, jangan langsung panik… kebanyakan masih berada dalam batasan kewajaran.

Bulan ke-5

Pada tahap ini biasanya bayi akan bereksperimen untuk membuat berbagai suara dengan menggunakan lidah dan bibir mungilnya. Dia sedang mempelajari suara-suara apa saja yang bisa dibuatnya dan ini sebenarnya merupakan awal dari kemampuan berbahasa. Jangan bosan ya kalau si kecil selau mengulang-ngulang suara atau bunyi yang sama…

Untuk sebagian besar bayi, pada masa ini pula mereka pertama kali mengeluarkan suara ketika tertawa! Cobalah memberikan tanggapan setiap kali bayi Anda tertawa atau bersuara dengan mulutnya. Dengan begini dia akan bersemangat untuk terus berusaha berkomunikasi dengan Anda. Bahkan jangan kaget kalau ternyata si kecil bisa mengeluarkan suara atau bunyi yang berbeda untuk memberitahu Anda bahwa dia lapar, lelah, atau sekedar ingin bermain.
Berkaitan dengan perkembangan fisiknya, banyak bayi pada tahap ini yang sangat menyukai untuk ditegakkan dalam posisi duduk. Untuk pertama kalinya, kemungkinan besar dia akan duduk dengan condong ke depan dan bertopang pada tangannya. Punggungnya pun akan terlihat melengkung. Untuk mengatasinya, Anda bisa menyandarkannya ke bantal, atau ke tubuh Anda. Jika Anda membiasakannya dalam posisi duduk, si kecil akan bertambah kuat dan stabil setiap harinya.

Pada tahap ini, Anda juga bisa mengenalkan gelas bermoncong (sippy cup) kepada bayi Anda. Pilihkan gelas yang memiliki 2 pegangan, untuk memudahkannya minum. Pada awalnya, tentu saja akan lebih banyak air minum yang tumpah daripada yang masuk ke mulutnya, tapi tidak mengapa… ini kan sebuah proses. Dia juga mungkin akan senang membanting dan memukul-mukulkan gelasnya ke lantai atau meja, karena menyukai bunyi yang ditimbulkannya.

Apakah Bayi Anda Sudah Siap Diberi MPASI?
Anjuran untuk memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) adalah setelah bayi Anda melewati usia 6 bulan. 

Bahkan menurut DSA, sebenarnya gizi bayi akan tercukupi dengan ASI hingga ia berusia 9 bulan.
Namun memang sebagian bayi pada usia 5-6 bulan ada sudah mulai “penasaran” melihat apa yang dimakan oleh orang tuanya. Lalu, kapan sih sebenarnya bayi Anda SIAP menerima MPASI? Berikut antara lain tanda-tandanya:
  1. Sudah mulai tertarik melihat makanan. Jika dia sudah mulai memperhatikan makanan yang ada di piring Anda, bahkan mencoba untuk meraihnya dan memasukkannya ke mulutnya, nah… ini berarti dia sudah mulai tertarik dengan makanan…
  2. Bayi Anda sudah bisa menegakkan kepalanya dengan baik. Kalau belum bisa, sebaiknya Anda menunda memberikan MPASI kepadanya
  3. Jika bayi Anda sudah bisa memasukkan makanan dengan lidahnya ke bagian belakang mulutnya, berarti ia sudah siap
  4. Bibir bagian bawah bayi Anda juga sudah harus bisa “mengambil” makanan yang ada di sendok
  5. Usus bayi Anda sudah harus bisa mencerna makanan yang masuk dengan baik
Jika setiap kali Anda mencoba menyuapkan makanan kepada si kecil dan lidahnya terus mendorong makanan tersebut keluar, berarti dia belum siap diberi MPASI. Kalau begitu, jangan dipaksa…

Makanan Pertama

Jika bayi Anda sudah siap diberi MPASI, apa yang sebaiknya Anda berikan pertama kali?
Anda bisa mencoba:
- Sereal yang dicampur dengan ASI atau susu formula
- Pure pisang
- Pure kentang
- Pure apel
- Pure wortel
Perhatikan reaksinya setelah pemberian MPASI. Jika tidak ada gangguan pencernaan atau tanda-tanda alergi, maka menunya bisa Anda teruskan…

Bulan ke-6

Memang sangat mudah untuk menyadari berbagai perkembangan fisik yang “besar”, seperti ketika bayi Anda pertama kali bisa duduk, berguling dan mengangkat tangannya tanda minta digendong. Namun sebenarnya banyak juga lho perkembangan fisik “kecil” yang terjadi saat bayi berusia 6 bulan…
Diantaranya, saat ini bayi sedang belajar menggunakan jari-jemarinya, baik untuk masing-masing jarinya, maupun dalam bentuk kerjasama antara satu jari dengan jari lainnya. 

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan si kecil dengan jari-jarinya:
- Memukul
- Menggenggam dan menggoyang-goyangkan berbagai benda
- Mengambil dan membawa mainannya ke mulutnya
- Mengambil benda-benda berukuran kecil menggunakan ibu jari dan telunjuknya/jari tengahnya
- Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya

Penglihatan bayi Anda pada tahap ini sudah sangat baik dan dia sudah bisa melihat sebutir kacang di atas lantai yang terletak di seberang ruangan. Dengan koordinasi jari-jarinya yang membaik, Anda harus ekstra hati-hati, jangan sampai benda yang berceceran di lantai membuat si kecil tersedak…
Ingat, setiap bayi memiliki perkembangan yang unik. Sebagian bayi ada yang menunjukkan perkembangan motorik halus yang drastis, sebagian lebih terlihat menonjol dengan motorik kasarnya, ada bayi yang gesit dan sudah bisa merayap di atas perutnya pada tahap ini, sementara sebagian lagi lebih suka duduk diam dan mengamati apa yang terjadi di sekitarnya, setiap bayi adalah unik!

Alergi Terhadap Makanan

Sebagian Anda mungkin ada yang bayinya sudah atau baru mulai menerima MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada tahap ini. Jika ya, maka perhatikan jika ada reaksi alergi dari si kecil terhadap makanan yang Anda berikan, terutama jika Anda atau keluarga Anda memiliki kelainan ini.

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah tanda-tanda alergi terhadap makanan yang timbul pada bayi Anda, seperti:
- Sesak napas
- Hidung tersumbat
- Mata berair
- Bercak pada kulit
- Diare

Jika ini terjadi, maka sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter anak Anda. Sebagai langkah aman, Anda bisa memberikan makanan yang memiliki resiko sangat kecil dalam menimbulkan alergi, seperti kentang manis dan sereal beras.

Hindari makanan yang sering menimbukan alergi seperti:
- Produk susu olahan
- Coklat
- Putih telur
- Kacang
- Kedelai

Satu hal lagi – jika memang bayi Anda terbukti secara medis alergi terhadap bahan makanan tertentu, pastikan Anda membaca label pada setiap makanan kemasan yang Anda beli untuknya!